Where She Went (Setelah Dia Pergi)

Standard

Judul: Setelah Dia Pergi

Judul Asli: Where She Went

Penulis: Gayle Forman

Penerjemah: Poppy D. Chusfani

Cover: Marcel A. W

ISBN: 9789792276503

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan I, Oktober 2011

Buku kedua dari If I Stay (Jika Aku Tetap Di Sini)

3 tahun kemudian, setelah kecelakaan, Mia menjadi pemain cello berbakat, lulusan terbaik Julliard.

3 tahun kemudian, setelah kecelakaan, Adam dan band-nya Shooting Star meraih kesuksesan yang tak terhingga.

3 tahun sebelumnya, terjadi sebuah kecelakaan tragis. 3 orang tewas, Denny, Kat, dan Teddy. Mereka keluarga Mia. Sedangkan Mia terbaring koma di rumah sakit.

3 tahun sebelumnya, Mia yang sudah sadar dari koma harus melakukan berbagai operasi untuk menyembuhkan luka-lukanya dan melakukan terapi mental. Dan selama itu berlangsung, Adam selalu ada di sisinya.

3 tahun sebelumnya, setelah Mia memutuskan untuk pergi ke Julliard. Dia meninggalkan Adam tetap di kampung halamannnya. 1 tahun kemudian, tak ada kabar dari Mia di Julliard, hidup Adam kian terpuruk, berpusar-pusar dalam kegelapan yang tak ada ujungnya. Dicampakkan gadis yang dia cintai, tanpa penjelasan sama sekali. Dicampakkan Mia membuat Adam memutuskan untuk menuliskan segala perasaannya tentang Mia dalam album Collateral Damage.

2 tahun kemudian, Collateral Damage menjajaki tangga lagu Billboard. Meraih penghargaan Grammy.

2 tahun kemudian, mereka bertemu kembali.

Buku ini memang pantas menyabet Best Young Adult Fiction. Diceritakan lewat sudut pandang Adam, seorang cowok patah hati setelah dicampakkan pacarnya bertahun-tahun, kita diajak menyelami perasaannya. Cara penulisan yang indah namun masih berkesan “macho” juga malah bikin yang baca klepek-klepek ๐Ÿ˜€

Aku suka sekali dengan tokoh Adam. Walau dia jatuh ke dalam lubang mengerikan ketika ditinggal Mia, tapi dia mengambil langkah positif untuk mengatasi kesedihannya. Dia menulis lagu-lagu yang liriknya sarat dengan perasaannya tentang Mia. Ketika Adam tak sengaja bersirobok dengan mata Mia di poster pertunjukan, aku ikutan degdegan. Dan ketika akhirnya mereka bertemu, ga disangkal lagi, aku malah jatuh cinta sama Adam… errr >.<

Gimana ga jatuh cinta pas baca ini:

Naluri pertamaku bukanlah memeluknya atau menciumnya atau meneriakinya. Aku hanya ingin menyentuh pipinya, yang masih merah setelah pertunjukan tadi. Aku ingin menembus ruang yang memisahkan kami, yang hanya beberapa meter–bukan berkilo-kilometer, bukan di seberang benua, bukan tahunan–dan mengusapkan jemariku yang kapalan ke wajahnya. Aku ingin menyentuhnya untuk memastikan ini benar-benar dirinya, bukan salah satu mimpi yang sering sekali menghantuiku setelah dia pergi, mimpi ketika aku melihatnya sejelas pada siang hari, siap menciumnya dan merengkuhnya, lalu aku terbangun dan menyadari bahwa Mia berada di luar jangkauanku. halaman 51

Aku yakin kalau Mia baca kalimat itu, dia langsung lari meluk Adam. Hehe…

Dan membaca buku ini juga sama dengan buku pertamanya, butuh tisu. Beberapa kali aku ga sadar kalau aku menangis. Hiks… Aku ga bisa sebel ama Mia yang ninggalin Adam. Soalnya Adam aja ngertiin kok, kenapa aku ga. ๐Ÿ˜›

Seperti buku pertama juga, buku kedua ini diceritakan dengan alur maju-mundur. Yang akan bikin kita semakin mengerti secara intens bagaimana hubungan mereka berdua. Sweet banget hal-hal romantis yang dilakukan Adam untuk Mia. Paling suka pas mereka kemping. Berduaan di tenda sambil saling membisikkan ketakutan-ketakutan mereka. ๐Ÿ˜€

Dan lagu yang paling kusuka dari album Adam:

Animate:

Fist you inspect me

Then you dissect me Then you reject me

I wait for the day That you’ll resurrect me

Aku naikkan jadi 5 bintang dari rating sebelumnya yang kukasih di versi inggrisnya. Karena terjemahan Mbak Poppy sungguh Adam sekali ๐Ÿ˜€

Dan terutama covernya, aku suka hijaunya, aku suka gitarnya, benar-benar merepresentasikan Adam banget deh… ๐Ÿ˜€

Advertisements

6 responses »

  1. Reviewnya baguus ๐Ÿ™‚ memang buku ini berasa Adam banget ya? Penulisannya benar-benar melankolis merasuk hati, siapa perempuan yg ga klepek-klepek kalau begini, Mer? ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s